Minggu, 18 Desember 2016

Tugas Ekonomi Manajerial (Review Jurnal)



REVIEW JURNAL EKONOMI MANAJERIAL

I.        A. Judul Jurnal     : “PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP         PARTISIPASI PENGANGGARAN DAN KINERJA MANAGERIAL”
B. Nama Penulis         : Diana Rahmawati
II.        Latar Belakang
Dalam usaha untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan manajer sangat memerlukan alat yang dapat membantu dalam perencanaan dan pengalokasian sumber daya yang terbatas. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk membantu perencanaan, koordinasi dan penilaian kinerja adalah anggaran. Isti R mengatakan bahwa proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penetapan peran dimana setiap manajer di dalam organisasi diberi peran untuk melaksanakan kegiatan pencapaian sasaran yang ditetapkan oleh anggaran.
Untuk menghasilkan sebuah anggaran yang efektif, manajer membutuhkan kemampuan untuk memproduksi masa depan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti faktor lingkungan ( Ivan B Yuwono ; JBA April 1999). Dalam mengantisipasi keadaan yang selalu berubah agar perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Perusahaan juga dituntut untuk mengelola dan memaksimalkan segala sumber daya yang ada di perusahaan, sehingga manajemen memerlukan segala informasi terutama informasi yang berhubungan dengan tugas penganggaran untuk mencapai kinerja yang maximal.
III.             Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bukti tentang ada tidaknya pengaruh partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial tersebut.
IV.             Metodologi Penelitian
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain :
1.      Populasi penelitian dan pengumpulan data
2.      Variable penelitian dan pengukuran variable
3.      Pengujian data
4.      Pengujian asumsi klasik :
·         Uji Multikolinearitas
·         Uji Heterogedastisitas
·         Uji Autokorelasi
5.      Teknik pengujian hipotesa

V.                Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa penelitian dan berbagai metode penelitian yang digunakan pada pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini berhasil membuktikan bahwa partisipasi penganggaran berpengaruh terhadap kinerja manajeial dan berhasil pula membuktikan bahwa ketidakpastian lingkungan akan menguatkan pengaruh partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial.
VI.             Kelemahan
Meskipun objek penelitian sudah lebih bervariasi dan lebih luas tetapi sampel yang di ambil terlalu sedikit, sehingga mungkin berpengaruh terhadap penelitian ini.
VII.          Saran
Untuk melakukan penelitian pada masa mendatang, sebaiknya lebih memperluas sampel dan juga variable penelitian.

VIII. Referensi
Argyris, 1952, The Impact of Budget on People. The controlership Foundation. Dalam Izzetin Kenis, 1979, Effect of Budgetary Goal Characteristic on Managerial Attitudes and Performance. The Accounting Review 4: 707-720.

Arief Bachtiar dan Dwi Sakti, 1998, Analisis Hubungan antara Penganggaran Partisipatif, Motivasi, dan Kinerja Manajerial di PT Badak NGL. Co. Bontang Kalimantan Timur, JAAI volume 2 No. 1, Juni 1998 hal 23 – 47.

Brownell, P., 1982, A Field Study Examination of Budgetary Participation and Locus of Control. Accounting Review 4: 766 – 777.

Brownell, P. and McInnes, 1986, Budgetary Participation, Motivation, Managerial Performance. The Accounting Reviewing: 511 – 526.

Coch, L. dan French, J.R.P., 1948, Overcoming Resistence to Case for Multiple Methods in Empirical Management Accounting Research (With and Illustration from Budget Setting). Journal Management Accounting Research 2: 34 – 66
.
Duncan, R. B., 1972, Characteristic of Organization Environment and Perceived Environment Uncertainty. Administration Science Quartely 17: 313 – 327 dalam Gregson, Tery et al. 1994. Role Ambiguity, Role Conflict, and Perceived Environment Uncertainty: Are the Scales Measuring Separate Construct for Accountans?. Behavioral Research in Accounting 6: 145 – 159.

Gifford, W.E. et.al, 1979, Message Characteristics and Perceptions Uncertainty by Organizational Decision Makers. Academy Management Journal 22: 458 – 581. Dalam Miliken, F.J. Three Types of Perceived Uncertainty about Environment State, Effect, and Response Uncertainty. Academy Management Review 12: 133 – 143.

             

Tugas Ekonomi Internasional (Review Jurnal)



            REVIEW JURNAL EKONOMI INTERNASIONAL

I.       Judul Jurnal   :    “KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
                            KOMODITAS  PERTANIAN INDONESIA”
II.       Nama Penulis :   A. Husni Malian
III.    Latar Belakang dan Tujuan
Ratifikasi pembentukan World Trade Organization (WTO) telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No. 7 tahun 1994. Dengan ratifikasi ini, Indonesia memiliki kewajiban untuk memenuhi semua perjanjian yang terkandung di dalamnya, termasuk Perjanjian Pertanian (Agreement on Agriculture = AoA) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen WTO. Dalam AoA-WTO terdapat tiga pilar, yaitu : (1) Akses pasar (Market Access); (2) Subsidi Domestik (Domestic Supports); (3) Subsidi Ekspor (Export Subsidies). Disamping itu, juga terdapat perlakuan khusus dan berbeda (S & D) yang merupakan bagian inklusif dari ketiga elemen AoA-WTO, sehingga perlu dimanfaatkan untuk tujuan ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.

Dari sejak awal Negara-negara berkembang menyadari bahwa AoA-WTO memiliki kelemahan dan bersifat disisentif bagi kebijakan pembangunan pertanian di Negara-negara berkembang. Hal ini terlihat dari : (1) Akses pasar ke Negara maju relative sulit bagi Negara berkembang, karena sejak awal telah memiliki “initial tarif rate” yang jauh lebih tinggi; (2) Dengan kekuatan capital yang dimiliki, Negara-negara maju telah menyediakan subsidi ekspor dan subsidi domestic yang tinggi, untuk mendorong ekspor dari surplus produksi komoditas pertanian yang dimiliki; dan (3) Dalam Aoa-WTO tidak terdapat fleksibilitas yang memadai bagi Negara-negara berkembang untuk melakukan penyesuaian tarif, yang sejalan dengan perkembangan permasalahan dan lingkungan strategis perdagangan komoditas pertanian di Negara itu. Dalam kondisi demikian, kekhawatiran terjadinya kebuntuan dalam perundingan-perundingan tahap berikutnya terus membayang.
Indonesia mengalami peningkatan impor pangan sejak liberalisasi radikal yang dilakukan pemerintah atas tekanan dari Internasional Monetary Fund (IMF) pada tahun 1998. Tingkat ketergantungan impor pangan meningkat dua kali lipat, yaitu beras sebesar 10 persen, jagung 20 persen, kedelai 55 persen dan gula 50 persen (Sawit, 2003). Padahal komoditas-komoditas itu telah menyerap masing-masing 23 juta, 9 juta, 2,5 juta dan 1 juta rumah tangga, atau sekitar 68 persen dari total rumah tangga di Indonesia. Dengan demikian, peningkatan impor pangan yang dilakukan sejak tahun 1998 telah meningkatkan jumlah petani miskin di Indonesia.


Tulisan ini mengulas perkembangan perjanjian serta ekspor dan impor komoditas pertanian Indonesia pasca ratifikasi AoA-WTO. Selanjutnya dikemukakan berbagai kebijakan yang diperlukan untuk mendorong perdagangan komoditas pertanian Indonesia, berdasarkan potensi dan peluang bagi komoditas yang bersifat substitusi impor dan promosi ekspor.
IV.             Metode

-
V.    Kesimpulan
     Penelitian ini fokus pada “Kebijakan Perdagangan Komoditas Pertanian Masa Mendatang”.   Kebijakan perdagangan komoditas pertanian Indonesia dapat dibedakan atas peran komoditas itu dalam perdagangan Internasional, yaitu: (1) Melakukan proteksi terhadap komoditas substitusi impor, khususnya komoditas-komoditas yang banyak diusahakan oleh petani. Komoditas yang dijadikan pilihan untuk mendapat proteksi adalah beras, jagung, kedelai dan gula; (2) Melakukan promosi terhadap komoditas-komoditas promosi ekspor, khususnya komoditas-komoditas perkebunan yang banyak diusahakan oleh petani. Komoditas yang dijadikan pilihan untuk mendapat promosi adalah karet, kopi, coklat, CPO dan lada.
Untuk mencapai sasaran perdagangan komoditas pertanian, maka diperlukan kebijakan program sebagai berikut :
1.   Program peningkatan kualitas dan daya saing komoditas beras, jagung, kedelai dan gula melalui peningkatan efisiensi pada kegiatan produksi, pasca panen dan pengolahan hasil.
2.   Program Penelitian dan Pengembangan Padi, Jagung dan kedelai yang diarahkan untuk menciptakan dan mengembangkan varietas yang sesuai dengan permintaan dipasar domestic dan pasar dunia. Untuk itu, orientasi penelitian penulisan dan bioteknologi tanaman pangan harus diubah, dari menghasilkan varietas yang berdaya hasil tinggi menjadi varietas dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan.
3.   Program Pengembangan Industri Pertanian, khususnya komoditas perkebunanyang berorientasi pada pengembangan produk-produk yang sesuai dengan permintaan di pasar dunia. Cepatnya perubahan permintaan di pasar dunia harus dapat diantisipasi, sehingga produk ekspor yang dihasilkan dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.
4.   Sementara itu, Atase Perdagangan dan Atase Pertanian yang ada dapat dimanfaatkan sebagai “intelijen” yang memberikan informasi terhadap setiap perubahan perilaku konsumen di Negara-negara tujuan ekspor. Dengan demikian, industry pertanian di dalam negeri dapat melakukan penyesuaian tehadap perubahan permintaan di pasar dunia.


VI.  Review/Komentar
        Menurut pendapat saya keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti. Meskipun dalam penelitian jurnal ini sudah sangat baik, namun akan lebih baik lagi jika ditambahkan poin masalah atau pertanyaan penelitian serta memaparkan metode apa yang digunakan dalam penelitian ini. Seperti pertanyaan “Bagaimana Kebijakan Perdagangan Internasional Komoditas Pertanian Indonesia”? Hal ini tentunya akan membantu peneliti untuk mempermudah dalam hal mengkategorikan tujuan penelitiannya.  

VII. Referensi
Bank Indonesia. 2000. Laporan mingguan No.  2109, 31 Maret 2000. Bank Indonesia Jakarta.
Pusat penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (PSE). 2000. Dampak Deregulasi Industri Gula terhadap Realokasi Sumberdaya Produksi Pangan dan Pendapatan Petani; Laporan Hasil Penelitian. PSE, Bogor.
Surono, S. 2001. Perkembangan Produksi dan Kebutuhan Impor Beras serta Kebijakan Pemerintah untuk Melindungi Petani, hal. 41-58. Dalam Bunga Rampai Ekonomi Beras, A. Suryana dan S. Mardianto (penyunting). Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
Wahyudi , A., D. Djaenudin, S. Wulandari dan Erwidodo, 2001. Dinamika dan Antisipasi Pengembangan Hasil Perkebunan, hal.222-250. Dalam Prosiding Perspektif Pembangunan Pertanian dan Kehutanan Tahun2001 Ke Depan; Buku I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.






       
.                                 

Senin, 10 Oktober 2016

Contoh pasar monopoli di bidang perusahaan otomotif yaitu : Toyota, Suzuki, Honda, Nissan, Mitsubitshi, Mazda, Daihatsu, Subaru.

Perusahaan otomotif ini memang menguasai pasar, mereka juga punya pesaing tapi tidak banyak. Maka dari itu pasar perusahaan otomotif termasuk monopoli.